Tinggalkan komentar

PERKUMPULAN DALAM HUKUM PERDATA DAN HUKUM DAGANG

PERKUMPULAN DALAM HUKUM PERDATA DAN HUKUM DAGANG

Pengertian dari perkumpulan merupakan suatu perhimpunan atau perserikatan orang (zedelijke lichamen, corporate body) baik yang didirikan dan diakui oelh kekuasaan umum seperti daerah otonom, badan keagaman, atau yang didirikan untuk maksud tertentu yang tidak bertentangan dengan undang – undang  ketertiban umum dan kesusilaan. [1] Menurut pengertian yang dijelaskan dalam buku yang dibuat oleh H.M.N. Purwosutjipto yang berjudul Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia, Buku 2 tentang Bentuk-Bentuk Badan Hukum, Djambatan, pada halaman 8 menyatakan bahwa suatu perkumpulan dibedakan dalam dua macam, sedangkan menurut M. Yahya Harahap berpendapat bahwa perkumpulan hanya terdapat satu macam. Adapun penjelasannya sebagai berikut ;

Menurut H.M.N. Purwosutjipto menyatakan bahwa  perkumpulan dibedakan dalam hukum perdata menjadi dua, yaitu perkumpulan dalam arti luas dan perkumpulan dalam arti sempit. Arti luas suatu perkumpulan yang merupakan suatu dari semua bentuk Persekutuan Perdata (Maatschap Vennootschap). Ciri – ciri dari suatu persekutuan perdata adalah tidak adanya kepribadian yang berbeda satu dengan yang lainnya serta dalam persekutuan tersebut terdapat

–  Adanya beberapa orang yang sama-sama memiliki kepentingan terhadap sesuatu;

–    Beberapa orang tersebut berkehendak (sepakat) untuk mendirikan perkumpulan;

–    Memiliki tujuan tertentu dalam mendirikan perkumpulan;

–    Untuk melaksanakan tujuan bersama tersebut dengan cara mengadakan kerjasama pada koridor perkumpulan yang dibentuk.

Akan tetapi dalam pengertian yang dijelaskan oleh H.M.N Purwosutjipto perkumpulan dalam luas ini termasuk pula segala hal dalam menjalankan perusahaan.

Contoh dari perkumpulan arti luas dalam hal ini persekutuan advokat, persekutuan kedokteran, perseroan terbatas, yayasan dan koperasi.

Kemudian pengertian secara sempit adalah perserikatan yang termasuk segala hal yang terdapat dalam ciri – ciri persekutuan daam arti luas, tetapi ditambah dengan tujuan lain yaitu untuk mendapatkan suatu kemanfaatan dalam anggotanya. Contoh dari pengertian perkumpulan secara sempit hanya terbatas pada persekutuan perdata yaitu persekutuan firma, dan komanditer.

[2]PERBEDAAN PERKUMPULAN DALAM ARTI LUAS DAN SEMPIT

Perkumpulan dalam arti luas

Perkumpulan dalam arti sempit

1.      Tidak memiliki Kepribadian tersendiri 1.Terpisah dari bentuk lainnya dan berdiri sendiri serta diatur dalam perundang-undangan tersendiri
2.      Bertujuan untuk memperoleh keuntungan atau laba bersama 2.Tidak semata-mata untuk memperoleh laba bersama tetapi lebih kepada kemanfaatan bersama
3.      Secara bersama-sama menjalankan Perusahaan 3.Tidak menjalankan Perusahaan
4.      Merupakan cikal bakal terbentuknya Persekutuan Perdata, Persektuan Firma, dan Persekutuan Komanditer (Maatschap venootschap) 4.merupakan dasar terbentuknya Perserikatan Perdata (Burgelijk Venootschap)

Pengertian perkumpulan menurut M.Yahya Harahap adalah perkumpulan dalam hukum perdata tidak dijelaskan secara tersurat dalam undang – undang, namun beliau tidak membedakan perkumpulan menjadi dua bagian. Perkumpulan hanya dianggap sebagai badan hukum yang tercantum dalam 1653 KUHPerdata, yang disamakan dengan pengertian buku kesatu bagian ketiga KUHD pasal 36-56 KUHD. Apabila melihat dari penjelasan yang selanjutnya mengenai perkumpulan terdapat penjelasan bahwa pokok – pokok eksistensi dan karakteristik perkumpulan adalah sebagai berikut ;

  1. Mendapat pengesahan dari menteri
  2. Perbuatan hukum dalam perkumpulan disamakan dengan perbuatan hukum person manusia untuk dan atas nama perkumpulan.
  3. Para pengurus perkumpulan berwenang mewakili perkumpulan diluar pengadilan berdasar kuasa undang – undang.

Berdasarkan pengertian dari M. Yahya Harahap contoh dari perkumpulan adalah perseroan terbatas.


[1] M. Yahya Harahap, Hukum Perseroan Terbatas, Sinar Grafika, Jakarta, 2011, hlm 6.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: